Tampilkan postingan dengan label energi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label energi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Agustus 2009

Ulas Energi: Menghemat Energi Melalui Mobil

Salah satu cara untuk menghemat energi adalah dengan memulainya dari mobil Anda. Hal-hal kecil yang Anda lakukan ini secara sekilas tidak menunjukkan perubahan mencolok. Tapi hal-hal tersebut tentunya akan memberikan dampak positif terhadap penghematan energi. Apa saja hal-hal kecil yang dapat Anda lakukan dengan mobil Anda? Inilah beberapa hal yang dapat Anda lakukan.
  • Cek ban mobil Anda. Tekanan udara dalam ban yang kurang akan menyebabkan konsumsi bahan bakar per kilometer meningkat. Ban yang terlalu keras juga tidak bagus untuk mobil Anda. Periksa kembali angka yang tepat untuk tekanan ban mobil Anda.
  • Cek oli mobil Anda. Gantilah oli mobil Anda secara berkala sesuai dengan spesifikasi oli dan kendaraan Anda. Oli yang diganti secara teratur akan meningkatkan kinerja mobil Anda. Ini juga akan menghemat konsumsi bahan bakar.
  • Kemudikan mobil secara benar. Jangan menginjak pedal gas secara mendadak. Ini akan menghabiskan bahan bakar lebih cepat. Mengemudilah secara tenang.
  • Belilah bahan bakar yang berkualitas tinggi. Harga bahan bakar kualitas tinggi memang mahal, tapi jika dihubungkan dengan kinerja mesin mobil serta konsumsi bahan bakar secara menyeluruh, hal ini akan membantu menghemat pengeluaran untuk bahan bakar.
Tentunya hal-hal di atas tidak terlalu sulit untuk dilakukan. Semua tergantung kemauan Anda untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. Tidak hanya untuk diri Anda tetapi juga untuk orang lain. Selamat melakukan tips-tips di atas.

Read more...

Rabu, 15 Juli 2009

Ulas Energi: Pirolisis Biomassa

Pirolisis adalah peruraian dengan bantuan panas tanpa adanya oksigen atau dengan jumlah oksigen yang terbatas. Biasanya terdapat tiga produk dalam proses pirolisis yakni: gas, pyrolisis oil, dan arang, yang mana proporsinya tergantung dari metode pirolisis, karakteristik biomassa dan parameter reaksi.

Terdapat beberapa cara memanfaatkan energi yang tersimpan dalam biomassa melalui pirolisis. Pembakaran langsung adalah cara yang paling tua digunakan. Biomassa yang dibakar dapat langsung menghasilkan panas tetapi cara ini hanya mempunyai efisiensi sekitar 10 %.

Cara lain adalah dengan mengubah biomassa menjadi cairan. Cara ini digunakan karena keuntungannya berupa kemudahan penyimpanan, pengangkutan, serta pembakaran. Cairan yang dihasilkan dari pengolahan biomassa dapat berupa crude bio-oil.

Read more...

Kamis, 02 Juli 2009

Ulas Energi: Etanol sebagai Sumber Energi

Etanol merupakan salah satu jenis gugus alkohol. Etanol dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif. Dalam penggunaannya sebagai bahan bakar, etanol dicampur dengan bensin atau gasoline dengan perbandingan 85 % etanol dan 15 % gasoline. Campuran ini menghasilkan energi lebih besar dibandingkan dengan penggunaan etanol murni.

Campuran antara etanol dan gasoline ini dikenal dengan sebutan E85 gasoline. Dengan diproduksinya kendaraan yang menggunakan bahan bakar E85 ini, di beberapa negara sudah tersedia stasiun pengisian bahan bakar jenis ini. Pada tahun 2006 saja, stasiun pengisian ini sudah tersebar di 36 negara dan lebih dari 6 juta unit kendaraan berbahan bakar E85 ini yang terjual. Kinerja kendaraan berbahan bakar E85 ini berpotensi untuk melebihi kinerja kendaraan berbahan bakar bensin atau gasoline saja.

Read more...

Sabtu, 06 Juni 2009

Ulas Energi: Jenis-jenis Sumber Energi Terbarukan

Selama ini banyak negara yang menggantungkan sumber energinya pada batubara, minyak bumi dan gas alam. Namun ketergantungan terhadap bahan bakar fosil menjadi masalah besar. Hal ini dikarenakan keterbatasan bahan bakar fosil sebagai sumber daya alam yang tidak terbarukan. Pada akhirnya dunia akan kehabisan bahan bakar fosil atau bahan bakar fosil akan menjadi barang yang sangat mahal jika ingin dipertahankan sebagai sumber energi. Di samping itu, bahan bakar fosil merupakan penyebab pencemaran udara, air dan tanah serta menghasilkan gas rumah kaca (green house gas) yang berperan dalam pemanasan global.

Sumber daya energi terbarukan seperti angin, sinar matahari, tenaga air menawarkan pilihan yang lebih bersih untuk menggantikan bahan bakar fosil. Sumber daya tersebut lebih sedikit atau bahkan tidak mencemari atau pun menghasilkan gas rumah kaca. Dan sumber daya tersebut akan tetap tersedia.

1. Energi Surya
Matahari merupakan sumber energi terbesar. Sinar matahari, atau tenaga surya dapat digunakan untuk memanasi, memberikan penerangan, atau mendinginkan rumah atau bangunan lain, menghasilkan listrik, memanaskan air dan bermacam proses industri. Kebanyakan sumber energi terbarukan berasal baik secara langsung maupun tidak langsung dari matahari. Sebagai contoh, panas dari matahari menyebabkan angin bertiup, berperan dalam pertumbuhan pohon dan tanaman lain yang digunakan sebagai energi biomassa dan mempunyai peran yang sangat penting dalam daur penguapan dan peresapan yang memungkinkan energi air.

2. Energi Angin
Angin adalah pergerakan udara yang terjadi akibat udara hangat naik dan udara dingin mengalir menggantikan udara panas. Energi angin telah digunakan selama berabad-abad lalu untuk menggerakkan perahu layar dan menggerakkan kincir angin yang mengolah biji-bijian. Sekarang angin dipergunakan untuk menggerakkan turbin yang menghasilkan energi listrik.

3. Energi Air
Air yang mengalir dari hulu ke hilir merupakan energi yang sangat besar. Air merupakan sumber daya terbarukan, yang secara terus menerus tersirkulasi oleh  penguapan dan peresapan. Panas matahari menyebabkan air di danau dan lautan menguap untuk membentuk awan. Kemudian air tersebut jatuh kembali ke bumi dalam bentuk hujan dan salju dan mengalir melalui sungai dan aliran lain menuju lautan. Air yang mengalir dapat dijadikan energi untuk memutar kincir yang selanjutnya energi tersebut digunakan untuk proses mekanis industri. Energi aliran air juga dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik melalui turbin dan generator.

4. Energi Biomassa
Pada awalnya, biomassa dikenal sebagai sumber energi ketika manusia membakar kayu untuk memasak makanan atau menghangatkan tubuh pada musim dingin. Kayu merupakan sumber energi biomassa yang masih lazim digunakan tetapi sumber energi biomassa lain termasuk makanan hasil panen, rumput dan tanaman lain, limbah dan residu pertanian atau pengolahan hutan, komponen organik limbah rumah tangga dan industri, juga gas metana sebagai hasil dari timbunan sampah. Biomassa dapat digunakan untuk menghasilkan listrik dan sebagai bahan bakar transportasi.

5. Hidrogen
Hidrogen mempunyai potensi yang luar biasa sebagai bahan bakar dan sumber energi, tetapi teknologi yang dibutuhkan untuk mendukungnya masih dalam tahap-tahap awal. Hidrogen merupakan zat yang berlimpah di bumi. Sebagai contoh, air mengandung dua pertiga hidrogen, tetapi di alam hidrogen dijumpai bersama-sama dengan elemen lain. Sekali terpisah dari elemen lainnya, hidrogen dapat digunakan untuk menggerakkan kendaraan, menggantikan gas alam untuk memasak dan memanaskan, juga untuk menghasilkan energi listrik.

6. Energi Panas Bumi
Panas yang terkandung dalam perut bumi menghasilkan uap dan air panas yang dapat digunakan untuk memberikan tenaga pada generator dan menghasilkan listrik, atau untuk pemakaian lain seperti pemanasan rumah dan pembangkit daya pada industri. Energi panas bumi dapat diambial dari sumber di bawah tanah dengan pengeboran atau dari sumber lain yang lebih dekat dengan permukaan bumi.

7. Energi Gelombang Lautan
Lautan menyediakan banyak bentuk energi terbarukan, dan setiap bentuknya dikendalikan oleh kekuatan tersendiri. Energi dari gelombang lautan dan ombak dapat digunakan untuk membangkitkan energi listrik dan tenaga panas lautan dapt diubah menjadi listrik juga. Dengan teknologi yang ada sekarang ini, kebanyakan energi dari lautan kurang efektif dalam hal biaya dibandingkan dengan sumber energi terbarukan yang lain, namun tetap saja lautan menyimpan potensi energi yang besar untuk masa depan.

Read more...

Selasa, 05 Mei 2009

Ulas Lingkungan: Mencampur Plastik dengan Bahan Bakar

Penggunaan plastik dalam kehidupan manusia akhir-akhir ini merupakan hal yang lazim dan sulit dihindari. Plastik memberikan beberapa keuntungan antara lain sifatnya yang mudah dibentuk dan bobotnya yang ringan sehingga praktis  digunakan untuk berbagai keperluan. Mengingat plastik banyak digunakan sebagai kemasan pembungkus, hal ini tentu mempermudah serta menghemat biaya dan energi untuk transportasi.

Di sisi lain plastik juga menimbulkan masalah pencemaran karena sifatnya yang sulit diurai oleh alam. Jika dibiarkan begitu saja, plastik di alam bebas hampir bisa dikatakan tidak dapat terurai. Untuk itu diperlukan campur tangan manusia dalam pengelolaan sampah plastik ini.

Salah satu jenis plastik yang banyak digunakan adalah polistirena atau lebih dikenal dengan sebutan styrofoam. Polistirena banyak digunakan sebagai bahan penahan goncangan pada pengemasan berbagai alat yang rentan goncangan serta digunakan sebagai bahan pembungkus dan gelas minum.

Penggunaan polistirena secara berlebihan akan menimbulkan pencemaran. Namun sebuah studi di Iowa State University menggagas sebuah studi untuk mencampur polistirena dalam bahan bakar biodiesel yang pada akhirnya akan meningkatkan tenaga yang dihasilkan dari biodiesel tersebut. Dalam studi ini, polistirena dilarutkan dengan konsentrasi berat polistirena antara 2 sampai 20 % dalam biodiesel. Polistirena mudah larut dalam biodiesel walaupun tidak semudah saat dilarutkan dalam bahan bakar berbasis minyak bumi.

Dalam studi tersebut, konsentrasi polistirena yang tinggi dapat menimbulkan masalah tersendiri yaitu kekentalan bahan bakar meningkat sehingga efisiensi mesin akan menurun. Pada konsentrasi 15 %, bahan bakar mengental sehingga sulit bagi pompa injeksi untuk mengalirkan bahan bakar.

Bahan bakar campuran baru ini bukan berarti bebas dari masalah. Emisi karbon monooksida, jelaga, dan oksida nitrat meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi polistirena. studi lebih lanjut tentang penurunan emisi dalam bahan bakar ini menjadi agenda studi berikutnya.

Rujukan: New Scientist

Read more...

Sabtu, 18 April 2009

Ulas Energi: Energi dari Ganggang

Sargassum muticum dan Undaria pinnatifida adalah dua jenis alga atau ganggang yang terbawa oleh perahu-perahu yang datang dari Jepang dan Laut Sargassum. Alga tersebut tumbuh di pelabuhan Venesia, menimbulkan masalah tersendiri bagi gondola dan kapal feri. Namun sekarang alga tersebut dapat diubah menjadi sumber daya yang menguntungkan.

Italia telah mengumumkan sebuah proyek ramah lingkungan yang bernilai 200 juta euro. Proyek tersebut bergerak dalam pengambilan rumput laut yang jumlahnya sangat banyak yang menutupi kanal-kanal di Venesia untuk kemudian diubah menjadi energi yang bebas emisi. Idenya adalah membuat pembangkit daya listrik dengan bahan bakar alga, sebuah fasilitas yang baru di Italia untuk jenis ini. Pabrik tersebut akan dibangun melalui kerja sama dengan Enalg, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembaruan energi, yang akan beroperasi dalam jangka waktu dua tahun dan akan menghasilkan 40 mega watt listrik, yang setara dengan separuh energi yang diperlukan seluruh kota Venesia.

Alga tersebut akan dikumpulkan dalam laboratorium dan diletakkan dalam silinder plastik dimana air, karbon dioksida, dan cahaya matahari dapat memicu terjadinya fotosintesis. Biomassa yang dihasilkan akan diolah lebih lanjut untuk menghasilkan bahan bakar untuk pembangkit turbin. Karbon dioksida yang dihasilkan selama proses akan diumpankan kembali ke alga, yang menghasilkan emisi nol dari pabrik tersebut.

Ide tersebut terdengar bagus dan sepertinya dapat membuka kesempatan yang luas untuk produksi energi dengan emisi nol. Kota Venesia dapat menjadi contoh langkah awal evolusi inovatif yang nyata meskipun masih banyak keraguan mengenai seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk proyek ini serta izin yang diperlukan untuk membangun pabriknya.

Sumber: ecoworldly

Read more...

Jumat, 20 Maret 2009

Ulas Energi: Biomassa sebagai Sumber Energi Alternatif

Penggunaan energi besar-besaran telah membuat manusia mengalami krisis energi. Ini disebabkan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan gas alam yang sangat tinggi. Sebagaimana kita ketahui, bahan bakar fosil merupakan sumber daya alam yang tidak terbarukan. Untuk mengatasi krisis energi masa depan, beberapa alternatif sumber energi mulai dikembangkan, salah satunya adalah energi biomassa.

Biomassa, dalam industri produksi energi, merujuk pada bahan biologis yang hidup atau baru mati yang dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar atau untuk produksi industrial. Umumnya biomassa merujuk pada materi tumbuhan yang dipelihara untuk digunakan sebagai biofuel, tapi dapat juga mencakup materi tumbuhan atau hewan yang digunakan untuk produksi serat, bahan kimia, atau panas. Biomassa dapat pula meliputi limbah terbiodegradasi yang dapat dibakar sebagai bahan bakar. Biomassa tidak mencakup materi organik yang telah tertransformasi oleh proses geologis menjadi zat seperti batu bara atau minyak bumi.

Pada awalnya, biomassa dikenal sebagai sumber energi ketika manusia membakar kayu untuk memasak makanan atau menghangatkan tubuh pada musim dingin. Kayu merupakan sumber energi biomassa yang masih lazim digunakan tetapi sumber energi biomassa lain termasuk bahan makanan hasil panen, rumput dan tanaman lain, limbah dan residu pertanian atau pengolahan hutan, komponen organik limbah rumah tangga dan industri, juga gas metana sebagai hasil dari timbunan sampah. 

Sebagai bahan bakar, biomassa perlu diolah terlebih dahulu agar dapat dengan mudah dipergunakan. Proses ini dikenal sebagai konversi biomassa. Beberapa proses tersebut adalah dengan mengubah biomassa menjadi briket sehingga mudah disimpan, diangkut, dan mempunyai ukuran dan kualitas yang seragam. Jenis konversi lain adalah mengubah biomassa melalui proses kimia dan fisika seperti anaerobic digestion (peruraian tanpa bantuan oksigen) yang menghasilkan gas metana, pirolisis (dekomposisi menggunakan panas) yang menghasilkan produk bahan bakar padat berupa karbon dan produk lain berupa karbon dioksida dan metana.

Studi tentang biomassa telah banyak dilakukan di negara maju seperti Jepang, Jerman, Inggris dan sebagainya. Hanya saja untuk menjadikan biomassa sebagai produk komersial, masih diperlukan langkah dan perhatian lebih lanjut, baik dari kalangan ilmuwan, masyarakat maupun pemerintah. Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang sudah membudaya harus pelan-pelan dialihkan ke sumber energi lain yang terbarukan dan ramah lingkungan. Namun dari alternatif-alternatif seperti yang telah disebutkan, tentunya langkah terbaik adalah dengan menghemat pemakaian energi, apapun itu bentuknya.

Sumber:

Read more...

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP