Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 September 2009

Ulas Lingkungan: Menjaga Lingkungan Hidup dari Tas Belanja

Tas belanja berbahan kertas seringkali dibuat dari kertas daur ulang. Pendaurulangan beberapa produk seperti kertas dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan juga menghemat sumber daya.

Penggunaan berulang kali benda seperti tas berarti mengurangi jumlah limbah serta sumber daya alam lain seperti minyak bumi dan karbon yang digunakan selama proses produksi barang tersebut. Tas belanja yang dapat dipakai ulang sudah merupakan sebuah gaya hidup ramah lingkungan. Banyak supermarket yang sudah menyediakan kebutuhan akan tas belanja yang dapat dipakai ulang tersebut dengan harga terjangkau.

Penggunaan tas belanja pakai ulang merupakan alternatif selain plastik atau tas belanja sekali pakai, dan seringnya tas tersebut terbuat dari bahan seperti plastik tebal atau kanvas. Tas yang dibuat dari bahan tersebut lebih awet dipakai daripada tas plastik sekali pakai.

Mendaur ulang merupakan proses mengubah bahan yang tidak terpakai menjadi bahan dengan nilai guna yang bertambah dibanding jika bahan tersebut dibuang begitu saja. Proses ini secara signifikan dapat mengurangi penggunaan bahan baku baru, pencemaran udara, penggunaan energi serta mengurangi keperluan pembuangan limbah. Dengan langkah ini, gas rumah kaca yang dihasilkan oleh proses pembuatan sebuah bahan dapat dikurangi.

Read more...

Sabtu, 05 September 2009

Ulas Lingkungan: Pengaruh Pelarut Organik pada Lingkungan

Pelarut organik atau pelarut yang mengandung karbon, banyak digunakan pada berbagai macam industri. Beberapa pelarut organik yang sudah sangat terkenal diantaranya adalah gasoline, etanol dan aseton. Pelarut sangat diperlukan dalam berbagai industri dikarenakan kegunaanya yang luas. Mulai dari kosmetik hingga cat mengandung pelarut.

Sayangnya banyak studi yang mengungkap pengaruh buruk dari pelarut organik. Penggunaan yang secara berlebih telah menuju pada penurunan kualitas lingkungan hidup dan memperlemah manfaat dari lapisan ozon. Seperti yang telah banyak diketahui, lapisan ozon menyerap sinar ultraviolet dan mencegah bumi dari radiasi sinar tersebut. Senyawa volatil (mudah menguap) organik dilepaskan ke atmosfer melalui emisi dari pelarut dan sumber lain. Senyawa-senyawa organik ini secara langsung mempengaruhi lapisan troposfer ozon. Pembentukan senyawa organik volatil pada lapisan troposfer dapat mengubah keseimbangan antara ozon dan oksida nitrogen (NOx) yang akan berpengaruh pada pembentukan smog (kabut asap).

Oleh karena dampaknya yang merusak lingkungan akibat penggunaan yang berlebihan, diperlukan standar penggunaan pelarut organik yang mana standar itu membatasi penggunaan pelarut organik dalam kegiatan industri.

Read more...

Sabtu, 06 Juni 2009

Ulas Energi: Jenis-jenis Sumber Energi Terbarukan

Selama ini banyak negara yang menggantungkan sumber energinya pada batubara, minyak bumi dan gas alam. Namun ketergantungan terhadap bahan bakar fosil menjadi masalah besar. Hal ini dikarenakan keterbatasan bahan bakar fosil sebagai sumber daya alam yang tidak terbarukan. Pada akhirnya dunia akan kehabisan bahan bakar fosil atau bahan bakar fosil akan menjadi barang yang sangat mahal jika ingin dipertahankan sebagai sumber energi. Di samping itu, bahan bakar fosil merupakan penyebab pencemaran udara, air dan tanah serta menghasilkan gas rumah kaca (green house gas) yang berperan dalam pemanasan global.

Sumber daya energi terbarukan seperti angin, sinar matahari, tenaga air menawarkan pilihan yang lebih bersih untuk menggantikan bahan bakar fosil. Sumber daya tersebut lebih sedikit atau bahkan tidak mencemari atau pun menghasilkan gas rumah kaca. Dan sumber daya tersebut akan tetap tersedia.

1. Energi Surya
Matahari merupakan sumber energi terbesar. Sinar matahari, atau tenaga surya dapat digunakan untuk memanasi, memberikan penerangan, atau mendinginkan rumah atau bangunan lain, menghasilkan listrik, memanaskan air dan bermacam proses industri. Kebanyakan sumber energi terbarukan berasal baik secara langsung maupun tidak langsung dari matahari. Sebagai contoh, panas dari matahari menyebabkan angin bertiup, berperan dalam pertumbuhan pohon dan tanaman lain yang digunakan sebagai energi biomassa dan mempunyai peran yang sangat penting dalam daur penguapan dan peresapan yang memungkinkan energi air.

2. Energi Angin
Angin adalah pergerakan udara yang terjadi akibat udara hangat naik dan udara dingin mengalir menggantikan udara panas. Energi angin telah digunakan selama berabad-abad lalu untuk menggerakkan perahu layar dan menggerakkan kincir angin yang mengolah biji-bijian. Sekarang angin dipergunakan untuk menggerakkan turbin yang menghasilkan energi listrik.

3. Energi Air
Air yang mengalir dari hulu ke hilir merupakan energi yang sangat besar. Air merupakan sumber daya terbarukan, yang secara terus menerus tersirkulasi oleh  penguapan dan peresapan. Panas matahari menyebabkan air di danau dan lautan menguap untuk membentuk awan. Kemudian air tersebut jatuh kembali ke bumi dalam bentuk hujan dan salju dan mengalir melalui sungai dan aliran lain menuju lautan. Air yang mengalir dapat dijadikan energi untuk memutar kincir yang selanjutnya energi tersebut digunakan untuk proses mekanis industri. Energi aliran air juga dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik melalui turbin dan generator.

4. Energi Biomassa
Pada awalnya, biomassa dikenal sebagai sumber energi ketika manusia membakar kayu untuk memasak makanan atau menghangatkan tubuh pada musim dingin. Kayu merupakan sumber energi biomassa yang masih lazim digunakan tetapi sumber energi biomassa lain termasuk makanan hasil panen, rumput dan tanaman lain, limbah dan residu pertanian atau pengolahan hutan, komponen organik limbah rumah tangga dan industri, juga gas metana sebagai hasil dari timbunan sampah. Biomassa dapat digunakan untuk menghasilkan listrik dan sebagai bahan bakar transportasi.

5. Hidrogen
Hidrogen mempunyai potensi yang luar biasa sebagai bahan bakar dan sumber energi, tetapi teknologi yang dibutuhkan untuk mendukungnya masih dalam tahap-tahap awal. Hidrogen merupakan zat yang berlimpah di bumi. Sebagai contoh, air mengandung dua pertiga hidrogen, tetapi di alam hidrogen dijumpai bersama-sama dengan elemen lain. Sekali terpisah dari elemen lainnya, hidrogen dapat digunakan untuk menggerakkan kendaraan, menggantikan gas alam untuk memasak dan memanaskan, juga untuk menghasilkan energi listrik.

6. Energi Panas Bumi
Panas yang terkandung dalam perut bumi menghasilkan uap dan air panas yang dapat digunakan untuk memberikan tenaga pada generator dan menghasilkan listrik, atau untuk pemakaian lain seperti pemanasan rumah dan pembangkit daya pada industri. Energi panas bumi dapat diambial dari sumber di bawah tanah dengan pengeboran atau dari sumber lain yang lebih dekat dengan permukaan bumi.

7. Energi Gelombang Lautan
Lautan menyediakan banyak bentuk energi terbarukan, dan setiap bentuknya dikendalikan oleh kekuatan tersendiri. Energi dari gelombang lautan dan ombak dapat digunakan untuk membangkitkan energi listrik dan tenaga panas lautan dapt diubah menjadi listrik juga. Dengan teknologi yang ada sekarang ini, kebanyakan energi dari lautan kurang efektif dalam hal biaya dibandingkan dengan sumber energi terbarukan yang lain, namun tetap saja lautan menyimpan potensi energi yang besar untuk masa depan.

Read more...

Selasa, 05 Mei 2009

Ulas Lingkungan: Mencampur Plastik dengan Bahan Bakar

Penggunaan plastik dalam kehidupan manusia akhir-akhir ini merupakan hal yang lazim dan sulit dihindari. Plastik memberikan beberapa keuntungan antara lain sifatnya yang mudah dibentuk dan bobotnya yang ringan sehingga praktis  digunakan untuk berbagai keperluan. Mengingat plastik banyak digunakan sebagai kemasan pembungkus, hal ini tentu mempermudah serta menghemat biaya dan energi untuk transportasi.

Di sisi lain plastik juga menimbulkan masalah pencemaran karena sifatnya yang sulit diurai oleh alam. Jika dibiarkan begitu saja, plastik di alam bebas hampir bisa dikatakan tidak dapat terurai. Untuk itu diperlukan campur tangan manusia dalam pengelolaan sampah plastik ini.

Salah satu jenis plastik yang banyak digunakan adalah polistirena atau lebih dikenal dengan sebutan styrofoam. Polistirena banyak digunakan sebagai bahan penahan goncangan pada pengemasan berbagai alat yang rentan goncangan serta digunakan sebagai bahan pembungkus dan gelas minum.

Penggunaan polistirena secara berlebihan akan menimbulkan pencemaran. Namun sebuah studi di Iowa State University menggagas sebuah studi untuk mencampur polistirena dalam bahan bakar biodiesel yang pada akhirnya akan meningkatkan tenaga yang dihasilkan dari biodiesel tersebut. Dalam studi ini, polistirena dilarutkan dengan konsentrasi berat polistirena antara 2 sampai 20 % dalam biodiesel. Polistirena mudah larut dalam biodiesel walaupun tidak semudah saat dilarutkan dalam bahan bakar berbasis minyak bumi.

Dalam studi tersebut, konsentrasi polistirena yang tinggi dapat menimbulkan masalah tersendiri yaitu kekentalan bahan bakar meningkat sehingga efisiensi mesin akan menurun. Pada konsentrasi 15 %, bahan bakar mengental sehingga sulit bagi pompa injeksi untuk mengalirkan bahan bakar.

Bahan bakar campuran baru ini bukan berarti bebas dari masalah. Emisi karbon monooksida, jelaga, dan oksida nitrat meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi polistirena. studi lebih lanjut tentang penurunan emisi dalam bahan bakar ini menjadi agenda studi berikutnya.

Rujukan: New Scientist

Read more...

Sabtu, 18 April 2009

Ulas Energi: Energi dari Ganggang

Sargassum muticum dan Undaria pinnatifida adalah dua jenis alga atau ganggang yang terbawa oleh perahu-perahu yang datang dari Jepang dan Laut Sargassum. Alga tersebut tumbuh di pelabuhan Venesia, menimbulkan masalah tersendiri bagi gondola dan kapal feri. Namun sekarang alga tersebut dapat diubah menjadi sumber daya yang menguntungkan.

Italia telah mengumumkan sebuah proyek ramah lingkungan yang bernilai 200 juta euro. Proyek tersebut bergerak dalam pengambilan rumput laut yang jumlahnya sangat banyak yang menutupi kanal-kanal di Venesia untuk kemudian diubah menjadi energi yang bebas emisi. Idenya adalah membuat pembangkit daya listrik dengan bahan bakar alga, sebuah fasilitas yang baru di Italia untuk jenis ini. Pabrik tersebut akan dibangun melalui kerja sama dengan Enalg, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembaruan energi, yang akan beroperasi dalam jangka waktu dua tahun dan akan menghasilkan 40 mega watt listrik, yang setara dengan separuh energi yang diperlukan seluruh kota Venesia.

Alga tersebut akan dikumpulkan dalam laboratorium dan diletakkan dalam silinder plastik dimana air, karbon dioksida, dan cahaya matahari dapat memicu terjadinya fotosintesis. Biomassa yang dihasilkan akan diolah lebih lanjut untuk menghasilkan bahan bakar untuk pembangkit turbin. Karbon dioksida yang dihasilkan selama proses akan diumpankan kembali ke alga, yang menghasilkan emisi nol dari pabrik tersebut.

Ide tersebut terdengar bagus dan sepertinya dapat membuka kesempatan yang luas untuk produksi energi dengan emisi nol. Kota Venesia dapat menjadi contoh langkah awal evolusi inovatif yang nyata meskipun masih banyak keraguan mengenai seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk proyek ini serta izin yang diperlukan untuk membangun pabriknya.

Sumber: ecoworldly

Read more...

Senin, 16 Februari 2009

Apa yang Terjadi pada Sampah yang Anda Buang?

Dua dekade terakhir ini, sampah dari kaleng dan botol menjadi sangat mendunia. Apa yang terjadi pada limbah jenis ini setelah dibuang? Apakah proses alamiah dapat mengatasinya? Jawabannya tergantung pada bahan baku kaleng atau botol tersebut. Kaleng logam dan botol kaca pada akhirnya dapat tercerai berai dan cukup aman, tidak terlalu membahayakan. Tetapi botol plastik dan kebanyakan plastik pembungkus lainnya tahan terhadap berbagai proses peluruhan kimiawi alamiah dan praktis sulit untuk dirusak.

Aluminium
Kaleng aluminium bereaksi dengan oksigen di udara, tetapi membentuk lapisan oksida yang melindunginya dari proses peruraian. Sampah aluminium memerlukan waktu yang cukup lama,bertahun-tahun untuk dapat hancur.
Setelah 1 tahun : sebagian besar cat nya terlarut, tetapi kalengnya masih utuh.
Setelah 5 tahun : kaleng telah rata/ringsek dan telah terpendam dalam tanah.
Setelah 10 tahun : kaleng secara lambat terurai dikarenakan kontak dengan tanah.

Kaca
Kaca dapat dikategorikan tidak berbahaya secara lingkungan dan merupakan bahan inert (tidak bereaksi) yang tidak terurai secara kimia. Namun kaleng dapat hancur, walau setelah terpendam dalam tanah proses itu dapat terhenti.
Setelah 1 tahun : botol masih utuh di permukaan tanah
Setelah 5 tahun : kaca pecah menjadi pecahan-pecahan besar
Setelah 10 tahun : kaca menjadi pecahan-pecahan kecil, terbenam aman dalam tanah

Plastik
Banyak plastik yang terurai beberapa tingkat oleh sinar ultraviolet, yang membuatnya rapuh. Tetapi bagaimanapun plastik yang terkubur dalam tanah tidak terurai sama sekali.
Setelah 1 tahun : botol plastik relatif masih berbentuk sama seperti pada waktu dibuang.
Setelah 5 tahun : sinar matahari mengurai sebagian plastik, tetapi bentuk botol masih utuh.
Setelah 10 tahun : sekali botol plastik terkubur, plastik akan tetap utuh selama waktu yang hampir tak dapat diperkirakan.

(Sumber : Blueprint for A Green Planet by Seymour and Girardet)

Read more...

Rabu, 11 Februari 2009

Ada Apa Dengan AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) ?


Beberapa dekade yang lalu, masih banyak orang yang mendapatkan kebutuhan air minumnya dengan mengolah sendiri, baik yang berupa air tanah dari sumur atau air dari perusahaan pengelola air minum. Tetapi akhir-akhir ini, kebutuhan air minum banyak disuplai oleh perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK). Hal ini dapat disebabkan kualitas air tanah maupun air dari perusahaan air minum yang kurang baik atau gaya hidup yang tidak memungkinkan orang untuk mengolah air sendiri dengan memasaknya. Karena itulah tidak sedikit yang beralih ke AMDK.
Memang beberapa dari perusahaan menjanjikan kualitas yang baik, tapi ternyata pemakaian AMDK ini mengundang masalah tersendiri berkaitan dengan pelestarian lingkungan dan penghematan energi. Masalah pertama muncul dari banyaknya energi yang dibutuhkan untuk transportasi atau distribusi AMDK. Dan bisa dipastikan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut AMDK tersebut menggunakan bahan bakar fosil. Yang kedua menyangkut pengemasan. Satu ton botol kaca membutuhkan energi yang setara dengan seperempat ton batubara untuk membuatnya. Belum lagi botol plastik yang sudah terkenal sebagai pencemar karena sifatnya yang tidak terurai oleh alam.
Tentu saja ini bukan larangan atau anjuran untuk tidak menggunakan AMDK. Kadang AMDK diperlukan apabila kita sedang dalam perjalanan atau pun di tempat umum karena memang di Indonesia masih jarang ditemukan water fountain yang bisa diminum secara bebas oleh masyarakat. Namun untuk kebutuhan harian di rumah lebih baik dikurangi konsumsi AMDK ini. Solusinya antara lain dengan memasang alat pengolah air sendiri di rumah. Memang alat yang ada di pasaran ini relatif mahal untuk kualitas yang benar-benar bagus. Namun jika dihitung secara keseluruhan, banyak nilai tambah yang didapat dari alat ini. Disamping kualitas yang lebih baik, penghematan pengeluaran uang juga dapat dilakukan. Alternatif lain adalah dengan meningkatkan kualitas air minum produksi perusahaan air minum sehingga air dari keran rumah dapat langsung diminum tanpa diolah terlebih dahulu.
Jadi pertimbangkanlah mana yang lebih menguntungkan dalam memilih air minum, bukan hanya untuk kita, tetapi untuk keturunan kita kelak.

Read more...

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP