Tampilkan postingan dengan label kejiwaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kejiwaan. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Oktober 2009

Ulas Kesehatan: Sembuhkan Depresi Secara Alami

Penyembuhan secara alami pada penderita depresi dapat diberikan jika memungkinkan dan cara ini dapat ditempuh pada penderita depresi yang masih ringan. Bahkan disarankan paling tidak mencoba cara penyembuhan ini.

Banyak cara penyembuhan alami sebelum berlanjut ke penyembuhan menggunakan obat-obatan. Mereka yang menderita depresi harus menghindari konsumsi alkohol. Alkohol dapat bereaksi dengan zat kimia dalam tubuh dan membuat kondisi tubuh memburuk. alkohol juga dikenal sebagai racun yang mana tubuh tidak membutuhkannya.

Cbalah untuk mengatur pola makan. Kekurangan vitamin dan mineral mempunyai hubungan dengan depresi. Hal lain yang perlu dicoba adalah dengan memfokuskan pikiran dan membangkitkan lebih banyak perasaan positif. Pikiran mempunyai hubungan langsung dengan suasana hati. Semakin negatif pikiran seseorang, maka akan semakin parah depresi yang dideritanya.

Jika memiliki gaya hidup yang penuh tekanan, cobalah untuk menjalani latihan pengelolaan stres. Stres dapat menjadi penyebab penyakit, tidak hanya depresi. Menjaga tingkat stres tetap rendah dan belajar menghadapi gaya hidup yang penuh tekanan dapat membantu meringankan depresi.

Mengasah kepedulian terhadap sesama juga dapat membantu meringankan depresi. Hal ini dapat dilakukan melalui keikutsertaan dalam program-program sosial kemasyarakatan. Melalui program ini diharapkan pikiran negatif dapat terkurangi.

Read more...

Rabu, 01 Juli 2009

Ulas Kejiwaan: Gejala-gejala Anxiety

Anxiety atau kekhawatiran dapat muncul dalam berbagai cara. Dari perasaan khawatir biasa sampai ketakutan atau phobia terhadap sesuatu. Pemicu kekhawatiran sangat beragam, tetapi gejala-gejala yang timbul cenderung memiliki kemiripan dalam setiap kasus, yang dapat dikelompokkan menjadi:
  • Perasaan seperti serangan jantung. Jantung berdebar-debar, detak jantung yang kencang, rasa nyeri pada dada, gangguan pernapasan adalah hal-hal yang mungkin terjadi. Gejala ini mirip dengan serangan jantung.
  • Keringat dingin.
  • Susah tidur.
  • Perasaan takut yang tiba-tiba.
  • Gangguan pencernaan dan sakit perut.
  • Pada kasus yang lebih parah, penderita dapat mengalami kepanikan (panic attack).

Read more...

Selasa, 19 Mei 2009

Ulas Kejiwaan: Beberapa Fakta Mengenai Depresi

Depresi atau tekanan jiwa adalah sesuatu yang nyata dan dapat diatasi. Pemahaman terhadap fakta-fakta mengenai depresi dapat membantu mengatasi masalah ini. Berikut adalah beberapa fakta mengenai depresi yang perlu diketahui.

1. Depresi adalah sesuatu yang lebih daripada sekadar kesedihan.
Kesedihan adalah bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia, sebuah reaksi terhadap sesuatu yang menyakitkan yang terjadi dalam lingkungan orang yang bersangkutan. Depresi adalah penyakit fisik dengan gejala yang lebih banyak daripada suasana jiwa yang tidak bahagia.

2. Depresi tidak harus selalu beralasan.
Terkadang seseorang mengalami depresi dikarenakan alasan-alasan yang nyata.  Tetapi depresi secara klinis dapat terjadi tanpa disertai alasan yang jelas atas apa yang dirasakan orang yang bersangkutan. Zat-zat kimia dalam otak yang bertanggung jawab atas kendali suasana jiwa (mood) berada pada keadaan yang tidak seimbang. Pada akhirnya seseorang dapat merasa tidak baik walaupun kehidupannya berjalan baik-baik saja.

3. Anak-anak tidak kebal terhadap depresi.
Mitos yang beredar adalah bahwa masa kanak-kanak adalah masa yang menyenangkan dan bebas. Anak-anak memang tidak mengalami masalah seperti yang dialami orang dewasa tapi ini bukan berarti mereka tidak dapat menderita depresi. Anak-anak mempunyai jenis stres yang khas dalam dunianya seperti bullying dan masalah pertemanan.

4. Depresi adalah penyakit yang nyata.
Depresi adalah penyakit yang nyata yang disebabkan oleh ketidakseimbangan zat-zat kimia dalam otak

5. Depresi dapat diatasi.
Seseorang tidak harus merasa menderita saat terkena depresi. Ada banyak pilihan penanganan yang tersedia seperti meditasi dan psikoterapi.

Rujukan: about.com

Read more...

Jumat, 13 Maret 2009

Ulas Kejiwaan: Mitos Seputar Kemarahan

Siapa yang tidak pernah merasa marah? Tentu setiap dari kita merasakannya. Apakah marah membuat kita tenang atau sebaliknya? Apakah marah merupakan bentuk ekspresi atas kekesalan? Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai kemarahan menghambat pengembangan diri kita. Untuk itu kita perlu mengetahui hal-hal apa saja yang dipercaya tentang kemarahan yang sebetulnya beberapa dari hal itu hanyalah mitos.

Dalam bukunya yang berjudul The Anger Management Sourcebook, Glenn R. Schiraldi dan Melissa Hallmark Kerr menjelaskan beberapa mitos tentang kemarahan sebagai berikut:

1. Melampiaskan amarah dapat meredakan kemarahan. 
Melampiaskan amarah sebenarnya memperkuat jaringan saraf yang berkaitan dengan respon rasa marah. Menjadi marah akan melatih seseorang menjadi orang yang lebih pemarah.

2. Kemarahan yang hebat diperlukan untuk mengubah situasi.
Tuntutan untuk marah hanya muncul agar kita mendapatkan kekuatan yang kita inginkan. Seringkali rasa menghormati, keramahan akan lebih efektif dan membawa hasil yang tahan lama. Kita tidak ingin orang lain memperlakukan kita dengan penghinaan. Seringkali kemarahan yang hebat memunculkan benih dendam, dan dapat bersifat turun temurun.

3. Jika saya tidak marah, itu artinya saya tidak peduli.
Marah hanyalah salah satu cara untuk menunjukkan bahwa kita peduli. Kepedulian dapat ditunjukkan melalui kesabaran, disiplin, memberi perhatian, meluangkan waktu, dan berbagi.

4. Orang yang membuat saya marah tidak berharga dan pantas mendapatkan kemarahan.
Tidak memanusiakan orang lain ibarat membuat kemarahan seseorang menjadi tahan lama. Manusia tidak luput dari cacat dan sesekali susah untuk dapat memahami sesuatu, tetapi itu bukan berarti mereka tidak berharga.

5. Meredakan kemarahan berarti sama saja menganggap orang yang berbuat salah itu baik-baik saja, tidak bersalah.
Ini hanya masalah cara kita belajar cara menghadapi orang yang berbuat salah dengan lebih dingin, efektif dan konstruktif.

6. Dunia ini penuh dengan orang-orang tolol dan menjengkelkan. 
Dunia juga berisi keindahan. Masalahnya bukan hanya ketidaksempurnaan dunia dan hal-hal yang membuat marah. Masalahnya adalah pilihan fokus kita dan apa reaksi kita terhadap hal itu.

7. Pria dan wanita berbeda dalam hal marah. 
Studi mengatakan bahwa pria dan wanita marah karena alasan yang sama, dengan intensitas yang sama pula. Biasanya pria memperlihatkan kemarahannya dengan bertindak secara fisik dan melalui kata-kata. Sedangkan wanita lebih sering dengan menangis.

8. Depresi adalah kemarahan yang terpendam. 
Depresi adalah kesedihan, biasanya berkaitan dengan rendahnya citra diri. Namun bagaimanapun, orang yang depresi sering menunjukkan tingkat kemarahan dan kekhawatiran yang lebih tinggi. Ekspresi kemarahan berhubungan dengan beberapa jenis luka hati atau mental. Luka mental menurunkan kemampuan untuk berpikir logis dan juga meningkatkan kecenderungan untuk marah dan bertindak kasar. Orang yang kasar dua atau tiga kali lebih mudah terkena kelainan psikologis seperti depresi.

9. Marah adalah emosi alami dan dasar.
Kemarahan tidak terjadi sendiri. Kemarahan mengikuti perasaan seperti takut, penghinaan, merendahkan, guncangan, rasa tidak berdaya, kebanggaan yang terluka, penolakan, dan sakit hati.

10. Orang-orang membuat saya marah. Saya tidak dapat mengendalikan kemarahan saya. 
Ingat, Anda biasanya mengendalikan kemarahan ketika atasan Anda membetulkan pekerjaan Anda, atau ketika polisi memberikan tilang pada Anda. Jika Anda membiasakan diri untuk marah, hal itu akan menyebabkan Anda lebih sulit mengendalikan kemarahan. Kebiasaan dapat dipelajari dan lebih sering Anda mempelajarinya, semakin cepat pula kebiasaan itu terbentuk.

Read more...

Senin, 02 Maret 2009

Ulas Kejiwaan: Gejala Burn Out


Beban pekerjaan sering membuat seseorang tanpa sadar mengalami gangguan-ganguan kejiwaan, baik yang bersifat ringan ataupun berat. Mengenali tanda-tanda gangguan kejiwaan sejak dini dapat membantu seseorang menghindari akibat buruk dari kondisi tersebut. 

Terlalu banyak pekerjaan atau frustrasi yang berkeseringan dapat membawa seseorang pada kelelahan fisik dan mental atau emosi. Gejala ini disebut burn out. Burn out adalah reaksi stress yang parah yang menyangkut aspek psikis, fisiopsikis, dan kelakuan. 

Burn out diakibatkan oleh beberapa hal seperti terus-menerus bekerja dalam situasi traumatik atau menyakitkan, menghadapi pekerjaan yang sangat rumit dan sulit diselesaikan, atau situasi kerja yang penuh tuntutan dan tekanan. Demikian yang dikatakan psikolog Irma S. Martam dari Yayasan Pulih, dilansir dari Kompas.com

Jerrold S. Greenberg dalam bukunya Comprehensive Stress Management menyebutkan beberapa gejala burn out sebagai berikut:
1. Hilangnya selera humor: sulit untuk tertawa dalam situasi kerja sehari-hari.
2. Melewatkan waktu istirahat dan makan: secara terus-menerus tidak mempunyai waktu untuk makan dan istrahat untuk mengembalikan stamina tubuh.
3. Meningkatnya waktu lembur dan tidak adanya liburan: sulit untuk mengatakan 'tidak' pada pekerjaannya walaupun hari libur atau bukan jam kerja.
4. Meningkatnya keluhan-keluhan fisik: kelelahan,  otot yang menegang, gangguan pencernaan, dan mudah sakit.
5. Menarik diri dari kehidupan sosial.
6. Berubahnya performa kerja: meningkatnya ketidakhadiran, sering terlambat masuk kerja, tidak masuk kerja karena sakit, menurunnya produktivitas dan efisiensi kerja.
7. Menenangkan diri: meningkatnya pengggunaan alkohol, obat penenang, dan obat-obatan lain yang dapat memperbaiki mood.
8. Perubahan diri sendiri: kelelahan emosi, kehilangan citra diri, depresi, frustrasi, dan perasaan terjebak.

Read more...

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP